Rasmus Hojlund Beberkan Reaksi Mengejutkan Kevin De Bruyne Usai jadi 'Tumbal' Conte
Rasmus Hojlund Beberkan Reaksi Mengejutkan Kevin De Bruyne Usai jadi ‘Tumbal’ Conte
Pertandingan besar sering kali menghadirkan cerita di luar dugaan, begitu pula saat strategi Antonio Conte kembali jadi sorotan. Dalam laga yang penuh tensi, Kevin De Bruyne secara tak terduga menjadi “tumbal” dari taktik pelatih Italia tersebut. Situasi ini memicu berbagai reaksi, salah satunya dari Rasmus Hojlund yang kemudian membongkar reaksi mengejutkan sang playmaker asal Belgia.
De Bruyne dikenal sebagai pemain kunci yang jarang terlihat panik di lapangan. Namun, kali ini keputusan taktikal membuat dirinya harus menerima peran berbeda, yang akhirnya memunculkan cerita menarik di balik layar pertandingan.
Rasmus Hojlund Beberkan Reaksi Mengejutkan Kevin De Bruyne Usai jadi ‘Tumbal’ Conte
Antonio Conte memang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang sangat disiplin. Dalam laga kali ini, ia memilih strategi bertahan ketat dengan mengorbankan beberapa pemain lawan untuk memancing ruang terbuka. Salah satu yang terdampak adalah Kevin De Bruyne, yang pergerakannya terus ditekan agar tidak bisa menjadi motor serangan utama.
Hojlund kemudian mengungkapkan bahwa Conte benar-benar menargetkan De Bruyne agar permainan timnya tidak berkembang. Akibatnya, meski sempat tampil dominan, sang bintang harus bekerja ekstra keras untuk mencari celah.
Rasmus Hojlund Ungkap Reaksi De Bruyne
Dalam wawancara pasca pertandingan, Hojlund dengan jujur menceritakan bagaimana reaksi Kevin De Bruyne setelah pertandingan usai. Menurutnya, De Bruyne terlihat terkejut sekaligus sedikit frustrasi dengan peran yang diberikan Conte padanya secara tidak langsung.
“Dia tidak menyangka akan dijadikan fokus utama dalam taktik Conte. Tapi alih-alih marah, De Bruyne justru tertawa dan menganggap itu sebagai bukti betapa penting dirinya di mata lawan,” ungkap Hojlund.
Pernyataan ini membuat publik kagum dengan sikap profesional sang gelandang. Meski menjadi target permainan keras lawan, ia tetap menunjukkan kedewasaan dalam merespons situasi.
De Bruyne: Tumbal atau Bukti Kehebatan?
Bagi sebagian pengamat, menjadikan De Bruyne sebagai “tumbal” strategi lawan justru memperlihatkan pengakuan terhadap kualitasnya. Tak ada tim besar yang mau membiarkan pemain sekelas dirinya bebas bergerak. Conte hanya menerapkan cara ekstrem untuk menahan ancaman tersebut.
De Bruyne sendiri diketahui tidak asing dengan tekanan semacam ini. Hampir setiap kali berlaga, ia selalu menjadi pemain yang paling dijaga ketat. Namun, cara Conte yang benar-benar memfokuskan taktiknya membuat momen ini terlihat berbeda.
Dampak untuk Tim dan Hojlund
Bagi Rasmus Hojlund, pengalaman melihat langsung bagaimana strategi besar bisa memengaruhi psikologi pemain lawan menjadi pelajaran berharga. Ia menilai bahwa meski De Bruyne sempat terlihat “dikorbankan”, hal itu justru memberi ruang bagi rekan setim lain untuk mengambil peran lebih besar.
“Kevin memang dipaksa bekerja lebih keras, tapi itu juga membuka kesempatan bagi pemain lain. Kami semua belajar bahwa strategi bukan hanya soal bola, tapi juga soal bagaimana mengendalikan emosi dan reaksi lawan,” tambah Hojlund.
Penutup
Kisah Kevin De Bruyne yang menjadi “tumbal” strategi Antonio Conte, dan bagaimana reaksinya yang mengejutkan, menjadi salah satu cerita menarik dalam dunia sepak bola. Sikap tenang, profesional, dan bahkan humoris yang ia tunjukkan setelah pertandingan menunjukkan kelas seorang bintang sejati.